Minggu, 25 Februari 2018

Keunikan Motif Hias Sulaman Aceh, Motif Hias Bali, dan Motif Hias Tenunan Toraja

Motif Hias Sulaman Aceh, Motif Hias Bali, dan juga Motif Hias Tenunan Toraja ini merupakan kelanjutan dari artikel sebelumnya yakni Jenis-Jenis Motif Hias Nusantara.
  • Sarung bantal dengan sulaman kasab timbul

Keunikan Motif Hias Sulaman Aceh, Motif Hias Bali, dan Motif Hias Tenunan Toraja

  • Tas dengan sulaman gayo

Keunikan Motif Hias Sulaman Aceh, Motif Hias Bali, dan Motif Hias Tenunan Toraja

Terdapat 2 jenis sulaman Aceh yang terkenal, yaitu sulaman kasab timbul (Gambar Sarung bantal dengan sulaman kasab timbul) dan sulaman gayo (Gambar Tas dengan sulaman gayo). Sulaman kasab timbul sungguh unik karena motif hiasnya yang dibentuk dengan benang emas. Sebelum disulam, pada bagian pola atau patron ditempeli potongan karton sebagai pengisi sehingga motif sulaman terlihat atau tampak timbul. Sulaman kasab timbul, banyak digunakan sebagai motif hias pada tudung saji, kipas, sarung bantal, dan juga hiasan kaligraļ¬ .
Tentunya, bentuk sulaman gayo memiliki perbedaan dengan sulaman kasab timbul.  Jenis benang yang digunakan yaitu benang sulam biasa yang berwarna-warni. Keunikan sulaman gayo terletak pada motif hiasnya yang memiliki cirri khas yakni bentuknya geometris berupa garis, bidang, dan juga tanaman bersulur yang disusun secara teratur dan juga berulang-ulang.
Warna-warna tradisional yang sering digunakan yaitu merah, hijau, kuning, dan juga putih di atas warna dasar hitam, coklat, atau juga warna gelap lainnya. Sulaman gayo banyak digunakan pada busana adat, tas, dompet, dan juga sarung bantal.

  • Kain bermotif poleng khas Bali yang digunakan sebagai sarung gendang

Keunikan Motif Hias Sulaman Aceh, Motif Hias Bali, dan Motif Hias Tenunan Toraja

  • Kain tenun khas Toraja

Keunikan Motif Hias Sulaman Aceh, Motif Hias Bali, dan Motif Hias Tenunan Toraja

Kain poleng (Gambar Kain bermotif poleng khas Bali yang digunakan sebagai sarung gendang) yaitu kain yang motifnya kotak-kotak hitam danjuga  putih berselang-seling. Kain ini adalah kain khas Bali yang seringkali digunakan pada bangunan pura ataupun kuil, dipasang pada arca batu, dipakai sebagai baju luar oleh pendeta dan penari dalam acara tarian ritual, serta diselimutkan pada gendang.
Keunikan kain poleng terletak pada makna simboliknya. Motif kotak-kotak hitam dan juga putih secara berselang-seling mengandung makna 2 hal yang berlawanan tetapi selalu berpasangan, yaitu baik dan buruk, siang dan malam, serta kesuburan dan kematian.
Kain tenun toraja seperti pada Gambar Kain tenun khas Toraj,  banyak dibuat untuk cendera mata yang khas dari Toraja. Keunikan kain ini yakni terletak pada motif hiasnya yang berupa bentuk-bentuk rumah adat tongkonan, kerbau, ayam, corak-corak kait, dan bentuk-bentuk khas Toraja yang lainnya.

Demikian penyajian Keunikan Motif Hias Sulaman Aceh, Motif Hias Bali, dan Motif Hias Tenunan Toraja, yang bersumber dari Buku Seni Budaya dan Keterampilan Kelas VI SD/MI. Semoga bermanfaat!

Artikel Terkait

Keunikan Motif Hias Sulaman Aceh, Motif Hias Bali, dan Motif Hias Tenunan Toraja
4/ 5
Oleh

Berlangganan

Suka dengan artikel di atas? Silakan berlangganan gratis via email