Blog Seorang Guru SD Untuk Berbagi Secara Online

Kantung Semar, Contoh Tumbuhan Insektivora Lengkap dengan Ciri-cirinya

Salah satu contoh tumbuhan insektivora atau tumbuhan pemakan serangga adalah kantung semar atau kantong semar. Mungkin Anda pernah bertanya-tanya, mengapa tumbuhan ini disebut sebagai kantung semar? Hal ini memang jika dilihat dari bentuknya, tumbuhan ini memiliki kantung yang menarik untuk dilihat. Dimana, katanya disebut sebagai kantung semar karena tumbuhan ini mirip seperti kantung yang dimiliki oleh sosok yang bernama “Semar”.
Ya, bagi kalian yang masih kecil, mungkin agak aneh ketika mendengar Sosok Semar. Namun, bagi yang sudah dewasa atau sudah berumur 30 tahunan, pasti kalian akan tahu sosok Semar itu. Yakni seorang tokoh yang ada di pewayangan, yang seringkali diperankan dengan “Si Cepot”. Namun, masalah benar atau tidaknya hal tersebut. Anda harus mencari referensi lainnya yang menjelaskan mengapa tumbuhan tersebut dinamakan sebagai kantung semar. Karena pada artikel ini, kami hanya akan membahas yang berhubungan dengan kantung semar sebagai tumbuhan insektivora dan ciri fisik kantung semar.
Salah satu contoh tumbuhan insektivora atau tumbuhan pemakan serangga adalah kantung semar atau kantong semar. Mungkin Anda pernah bertanya-tanya, mengapa tumbuhan ini disebut sebagai kantung semar?

Sebagai informasi, bahwa di lingkungan ini ada beberapa tumbuhan yang tak bisa membuat makanan sendiri. Salah satunya adalah kantung semar, dimana tumbuhan ini hidup di daerah rawa-rawa yang kandungan nitrogennya sangat sedikit. Sehingga, untuk memenuhi kebutuhannya tersebut maka kantung semar pun memakan serangga karena pada hewan ini terdapat banyak unsur nitrogennya.
Lalu, bagaimanakah caranya tumbuhan kantung semar bisa memakan serangga? Tumbuhan ini akan memikat serangga dengan dinding daunnya yang bisa mengeluarkan nektar. Di samping itu, dinding daunnya juga licin yang bisa menyebabkan serangga itu masuk tergelincir pada cairan yang ada dalam daun dan cairan juga akan menguraikan yang kemudian melarutkan serangga itu. Hingga akhirnya, unsur-unsur yang ada di dalamnya bisa diserap oleh kantung semar.

Ciri Fisik Kantung Semar
Pada umumnya, tinggi tumbuhan kantung semar antara 15 hingga 20 meter. Mengapa bisa setinggi itu? Karena tumbuhan ini memanjat pada tumbuhan yang lainnya, dan meski demikian ada beberapa jenis dari tumbuhan kantung semar yang sebenarnya tidak memanjat. Perlu diketahui, bahwa di ujung daunnya terdapat sulur yang termodifikasi menjadi bentuk kantong. Dimana, kantong atau kantung itu digunakan sebagai alat untuk menangkap mangsanya seperti serangga, pacet, dan anak kosok untuk dimakan.
Pada dasarnya bentuk kantung dari tumbuhan ini ada 3 macam, yakni kantong atas, bawah, dan kantong roset.
1. Kantong atas
Kantong atas tumbuhan kantung semar biasanya memiliki bentuk silinder atau corong. Kantong atas ini dimiliki oleh tumbuhan yang dewasa, dimana tidak terdapat sayap dan juga warnanya yang tak menarik. Selain itu, bagian sulur tumbuhan ini pun menghadap ke belakang, yang bisa dipakai untuk melilit ranting dari tumbuhan yang lain. Dan biasanya, kantong atas dari tumbuhan kantung semar ini juga seringkali digunakan untuk menangkap mangsanya yakni hewan yang terbang, misalnya nyamuk ataupun lalat.

2. Kantong bawah
Jika tadi kantong atas dimiliki oleh tumbuhan yang sudah dewasa, kantong bawah ini adalah bagian yang dimiliki oleh tumbuhan kantung semar yang masih muda. Dengan posisi kantong bawah ini adalah biasa tergeletak pada bagian atas tanah. Dimana dengan sayap yang dimilikinya juga ada dua yang fungsinya adalah alat untuk membantu serangga yang berasal dari tanah seperti halnya hewan semut untuk naik ke mulut dari kantong tersebut sehingga pada akhirnya serangga tanah pun masuk dan tercebur ke dalam sebuah cairan yang terdapat enzim di dalamnya.

3. Kantong roset
Sementara bentuk yang terakhir adalah kantong roset yang bentuknya sama seperti kantung bawah. Akan tetapi, kantong roset ini tumbuh di bagian daun yang bentuknya roset.

Itulah pengetahuan tentang Kantung Semar Sebagai Tumbuhan Insektivora. Semoga bermanfaat!!!

0 comments:

Post a Comment