Blog Seorang Guru SD Untuk Berbagi Secara Online

Pacilingan, Tempat BAB Tradisional yang Masih Ada

Pernahkah Anda mengalami buang air besar (BAB) di pacilingan? Ya, pacilingan adalah sebuah tempat BAB tradisional yang saat ini ternyata masih ada. Dimana, pacilingan diletakkan di atas kolam (balong dalam bahasa Sunda). Kalau saya sebagai orang yang besar di kampung, saya pernah mengalami BAB di pacilingan.
Jika tidak salah, pacilingan itu eksisnya di tahun 90-an. Dimana, masyarakat di daerah masih belum memiliki kamar mandi di rumah sendiri. Sehingga, jika ingin BAB maka sudah menjadi suatu keharusan kita pergi dulu ke pacilingan. Yang terkadang, lokasinya cukup jauh dari rumah. Kebayang gak bagi Anda yang hidupnya di masa saat ini yang sudah serba modern?
Atau jangan-jangan Anda tengah memikirkan atau membayangkan, bagaimana ya jika ingin BAB di malam hari? Ya, jawabannya sudah pasti. Kita pergi ke pacilingan sambil bawa alat penerang berupa senter atau obor dari karari (karari : daun kelapa yang sudah kering). Biasanya, bagi anak kecil selalu diantar oleh orangtuanya.
Sebenarnya, ada keunikan tersendiri ketika kita BAB di pacilingan. Keunikan itu tiada lain adalah saat si kotoran jatuh ke air, maka langsung disantap oleh ikan-ikan yang ada. Apalagi, jika ikannya pada besar. Wah,,, pokoknya sesuatu banget deh.
Nah, bagi Anda yang sama sekali belum pernah mengetahui bagaimana bentuknya pacilingan tersebut. Jangan khawatir, karena di bawah ini akan kami bagikan fotonya yang bisa Anda perhatikan keunikan dari tempat BAB tradisional pada zaman dulu. 
Pacilingan, Tempat BAB Tradisional yang Masih Ada
Foto pacilingan di Bakankondang 1 (Dokumentasi pribadi)
Foto pacilingan di atas, kami dapatkan ketika sedang bermain ke rumah Uwa yang ada di daerah Bakandongan. Bakankondang adalah sebuah daerah yang letaknya tidak jauh dari Kampung Petakan, Desa Sarimukti Kecamatan Karangnunggal, Kabupaten Tasikmalaya, Jawa Barat.
Sebagaimana yang bisa kita perhatikan, bahwa letak posisi pacilingan tidak jauh dari pemandiannya. Kalau di kampung kami, istilahnya adalah “tampian”. Maksudnya adalah agar orang yang sudah BAB tidak terlalu jauh untuk melakukan bersih-bersih.
Namun, untuk bentuk pacilingan lainnya bisa Anda lihat di bawah ini!
Pacilingan, Tempat BAB Tradisional yang Masih Ada
Foto pacilingan di Bakankondang 2 (Dokumentasi pribadi)
Bagaimana menurut Anda bentuk pacilingan di atas? Unik bukan? Ya, foto itu juga posisinya tidak jauh dari foto pacilingan yang pertama. Hanya saja beda kolam ikan, yang mana untuk pacilingan yang kedua ini tak terlihat dimana letak tampiannya. Mungkin saja, ada saluran air yang secara langsung menuju kesana.
Ups,,, jangan-jangan Anda berfikiran bahwa kami tak ada kerjaan motret pacilingan. Atau mungkin, Anda berfikiran bahwa kami sengaja mencari-cari pacilingan untuk dipotret. Hehe... itu hanyalah masih sebatas kemungkinan. Yang pasti kami potret pacilingan tersebut karena teringat dengan masa lalu, dimana pacilingan adalah tempat BAB bagi kami yang hidup di daerah. Dan kami tak sedikitpun sengaja untuk mencari dan memotretnya.
Akan tetapi, kami menyempatkan diri untuk memotretnya di waktu kami mau berangkat pulang lagi ke rumah. Selain itu, kami pun sambil beristirahat dulu. Pasalnya, saya dan ayah saya sama-sama menggendong seorang anak. Bahkan saya pun minta ijin dulu pada anak saya, sambil memberitahukan bahwa itu adalah pacilingan yang biasa digunakan oleh orang-orang untuk BAB.
Ya, karena anak saya baru berusia 5 tahun maka dia pun bertanya “mengapa gak di rumah BAB nya?”
Bagi saya, itu adalah pertanyaan kritis dimana anak sekecil itu bisa meresponnya dengan cepat. Mungkin saja pertanyaan itu muncul karena dia belum pernah mengalami BAB di pacilingan. Sehingga, dia merasa aneh ketika saya katakan bahwa itu adalah tempat untuk BAB.

Nah, itulah kiranya potret pacilingan yang bisa menjadi pengobat rindu bagi Anda yang pernah mengalaminya. Atau mungkin saja, saat ini pun Anda sedang tersenyum manis ketika ingat zaman dulu sedang berada di pacilingan.  

0 comments:

Post a Comment