Blog Seorang Guru SD Untuk Berbagi Secara Online

Lebaran Seru 2017, Mantapnya Bakar Ikan Asli Kolam di Karangnunggal

Alhamdulillah, lebaran kali ini (tahun 2017) masih bisa pulang kampung. Kampungku memang tak jauh dari pusat Kota Tasikmalaya, yakni daerah yang berbatasan yang telah memekarkan kota tersebut yakni Kabupaten Tasikmalaya. Dari kota atau tepatnya di Dadaha Gunung Jati Tasikmalaya, waktu yang dibutuhkan untuk mudik hanya sekitar 2 jam. Kampungku memang masih indah, dalam hal ini masih banyak pepohonan yang menjulang tinggi sebagai penyumbang oksigen bagi masyarakatnya.
Nama kampungku adalah Kampung Petakan yang terletak di Desa Sarimukti Kecamatan Karangnunggal. Dinamai Kampung Petakan, mungkin saja dulunya banyak sawah yang berpetak-petak. Atau mungkin sebuah kampung yang kecil hanya satu petak yang terdiri dari beberapa unit rumah saja. Hehe, tapi itu masih sebatas baru kemungkinan. Pastinya, saya sendiri belum tahu pasti mengapa disebut sebagai Kampung Petakan.
Lho,,, kok malah jelasin kampungnya ya? Gak ngejelasin Liburan Serunya saat mudik lebaran! Santai saja ya, itu hanya sebagai pembuka saja. Biar kita lebih akrab saja gitu... hehe
Oh ya, pada hari kedua lebaran di tahun 2017 ini. Saya bersama dengan saudara dan keluarga, memeriahkannya dengan bakar ikan. Dimana, ikan yang dibakarnya itu asli lho dari kolam yang diambil secara langsung. Tapi, ngambilnya bukan dipancing ya namun dengan cara airnya disurutkan dulu. Kalau bahasa kampung saya namanya “ngabedahkeun balong”.
Tahu gak Anda kalau ngabedahkeun balong itu sangat seru. Kita bisa sorak-sorak dan ketawa-ketawa dalam menangkap ikannya. Sambil tubuh kita penuh dengan lumpur kolam. Namun, sayangnya saya sendiri tidak ikut menyurutkan airnya dan ikut nimbrung di kolam karena datangnya terlambat. Pasalnya dari rumah saya ke kolam yang dituju, jaraknya lumayan jauh. Apalagi jalannya masih tanah dan tidak beraspal, sehingga tak bisa bawa motor. Ditambah lagi, saya bawa dua anak kecil yakni anak saya yang bernama Firyal sama anak kakak saya yang bernama Aisha.
Lucunya, di tengah-tengah perjalanan ada tiga ekor sapi. Perjalanannya memang ke tengah kebun, sehingga para pengembala membiarkan sapinya untuk mencari makan sendiri di kebun tersebut. Lucunya itu, karena anak kakak saya itu takut sama sapi sehingga saya pun harus menggendong dua anak kecil. Satu digendong di belakang, satunya lagi digendong di depan. Heuheu... berat sih tapi seru karena jalannya yang licin seringkali terpeleset dan kami malah tertawa-tawa menikmati perjalanannya.
Tak lama setelah sampai di lokasi, saya melihat saudara saya bernama De Heri sedang sibuk membakar ikan sendiri. Saya pun langsung menghampirinya dan ikut bakar ikan. Nah, di sela-sela pembakaran ikan, untuk sebatas eksis saja saya mengabadikan proses pembakaran ikan yang bisa Anda lihat di bawah ini.
Lebaran Seru 2017, Mantapnya Bakar Ikan Asli Kolam di Karangnunggal
Foto Bakar Ikan (Dokumen Pribadi)
Sebagai informasi saja, ikan yang kami bakar beragam jenisnya yakni ada ikan gurame, ikan mas, dan juga ikan tawes. Karena usianya yang sudah lama dan sengaja dibesarkan untuk acara rutin tahunan pada saat lebaran. Maka, ikannya pun lumayan besar-besar.
Mungkin, bukan hanya saya yang mengisi liburan lebaran dengan ngaliwet dan bakar ikan. Tapi dari Anda yang membaca pun pastinya tak menutup kemungkinan ada yang sama. Atau Anda bisa jadi liburannya lebih seru lagi. Misalnya, bakar ikannya di pinggir pantai atau juga misalnya di puncak.

Itu saja mungkin coretannya sebagai catatan harian untuk bisa dikenang oleh kami di lebaran tahun depan. Kita berdoa saja, mudah-mudahan kita semua bisa sehat selalu dan bisa bertemu dengan lebaran tahun depan. Kami ucapkan, selamat merayakan idul fitri dan mohon maaf lahir bathin!

0 comments:

Post a Comment