Jumat, 14 April 2017

Peranan Indonesia dalam Percaturan Internasional

Peranan Indonesia dalam Percaturan Internasional : Usaha Indonesia untuk selalu menggalang persahabatan dengan bangsa-bangsa lain terus dilakukan. Upaya itu di antaranya melalui Konferensi Asia Afrika dan masuk menjadi anggota PBB (Perserikatan Bangsa Bangsa). Indonesia juga berperan serta dalam melahirkan gerakan Non-Blok (GNB).

a. Konferensi Asia Afrika
Situasi dunia sedang dilanda kecemasan. Karena adanya perlombaan senjata antara Blok Barat dan Blok Timur. Hal itu menimbulkan ketegangan internasional. Blok Barat dipimpin oleh Amerika Serikat. Sedangkan Blok Timur dipimpin oleh Uni Soviet. Keadaan ini mendorong negara-negara yang sedang berkembang ikut membantu kemelut itu.
Konferensi Asia Afrika diawali dengan konferensi Kolombo tanggal 28 April - 2 Mei 1954. Kemudian dilanjutkan Konferensi Bogor tanggal 22 - 29 Desember 1954. Indonesia merupakan salah satu dari lima negara sponsor. Lima Negara sponsor KAA adalah Indonesia, Sri Lanka,
Pakistan, Birma (Myanmar), dan India.
KAA dilaksanakan tanggal 18 - 24 April 1955 di Bandung. Konferensi dibuka secara resmi oleh
Presiden Soekarno. Terpilih sebagai Ketua adalah Ali Sastroamijoyo. Sekretarisnya adalah Menteri Luar Negeri RI Roeslan Abdul Gani. Keduanya dari Indonesia. Hasil Konferensi Asia Afrika di Bandung berupa rumusan yang disebut ”Dasasila Bandung”.


Jadi peranan Indonesia dalam KAA adalah sebagai negara sponsor, tempat penyelenggaraan KAA. Ketua dan Sekretaris KAA terpilih juga dari Indonesia. Hasil dan manfaat KAA yaitu:
1) mengobarkan semangat negara-negara kawasan Asia Afrika untuk melepaskan diri dari penjajahan.
2) mengurangi ketegangan dunia
3) mengupayakan penghapusan politik Apartheid di Afrika Selatan

Negara-negara Peserta KAA
Negara Kawasan Asia
  1. Afganistan
  2. Arab Saudi
  3. Burma/Myanmar
  4. Cina (RRC)
  5. Filipina
  6. India
  7. Indonesia
  8. Irak
  9. Iran
  10. Jepang
  11. Jordania
  12. Kamboja
  13. Laos
  14. Libanon
  15. Nepal
  16. Pakistan
  17. Sri Lanka
  18. Sudan
  19. Suriah
  20. Thailand
  21. Turki
  22. Vietnam Utara
  23. Vietnam Selatan


Negara Kawasan Afrika
  1. Ethiopia
  2. Liberia
  3. Libya
  4. Mesir
  5. Pantai Emas (Ghana)
  6. Yaman

Masalah yang dibahas dalam Konferensi Asia Afrika meliputi bidang politik, ekonomi, dan kebudayaan. Bidang ekonomi diketuai oleh Ir. Roesino. Sedangkan bidang kebudayaan diketuai oleh Muhammad Yamin. Konferensi Asia Afrika dihadiri oleh 29 negara. Ideologi dan sistem pemerintahan dari negara peserta itu tidak sama. Tetapi para peserta itu dapat bersatu dan bekerja sama.

b. Perserikatan Bangsa Bangsa (PBB)
Sesungguhnya bangsa-bangsa di dunia ini menginginkan perdamaian dan kerja sama antarbangsa. Pada tanggal 24 Oktober 1945 dibentuk lembaga dunia di kota San Fransisco Amerika Serikat. Lembaga itu disebut PBB. Indonesia masuk menjadi anggota PBB pada tanggal 27 September 1950. Dan diterima sebagai anggota PBB yang ke-60.
Pada tanggal 28 September 1950 berkibarlah bendera Merah Putih di markas besar PBB. Masuknya Indonesia menjadi anggota PBB berarti:
1) Kemerdekaan Indonesia diakui oleh negara-negara di dunia
2) Memperkuat kedudukan Indonesia di dunia internasional
3) Indonesia dapat berkomunikasi dengan negara-negara di dunia
4) Indonesia dapat ikut memelihara perdamaian bersama bangsa lain.
Peranan Indonesia dalam PBB adalah turut membantu menjaga keamanan. Yaitu, dengan mengirimkan pasukan Garuda ke luar negeri. Banyak keuntungan yang diperoleh bangsa Indonesia setelah menjadi anggota PBB. Karena terjadi konfrontasi dengan Malaysia, maka Indonesia pernah keluar dari anggota PBB.
Namun pada tanggal 28 Desember 1966, Indonesia menyatakan masuk anggota PBB lagi. Masuknya kembali Indonesia disambut gembira oleh PBB. Bahkan Indonesia pernah mendapat kepercayaan sebagai Ketua Majelis Umum PBB tahun 1974.

c. Organisasi Negara-negara Non-Blok
Negara-negara di dunia yang tidak tergabung dalam Blok Barat dan Blok Timur merasa was-was. Hal itu disebabkan karena ketegangan antara Amerika Serikat dan Uni  Soviet. Atas prakarsa beberapa tokoh, timbullah semangat membentuk organisasi yang bernama Gerakan Non-Blok.
Tokoh-tokoh pemrakarsa Gerakan Non-Blok:
1) Ir. Soekarno, dari Indonesia.
2) Josep Broz Tito, dari Yugoslavia.
3) Gamal Abdul Naser, dari Mesir.
4) Pandit Jawaharlal Nehru, dari India
5) Kwame Nkrumah, dari Ghana
Konferensi negara-negara Non-Blok terkenal dengan Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) Non-Blok. KTT I berlangsung di Beograd ibu kota Yugoslavia pada tahun 1961. Konferensi ini dihadiri 23 negara. Keputusannya terkenal dengan Deklarasi Beograd. Indonesia pernah menjadi tuan rumah KTT Non-Blok pada bulan September 1992. Pada waktu itu diselenggarakan di Jakarta dan dihadiri oleh 108 negara.

Demikian materi ajar PKn tentang Peranan Indonesia dalam Percaturan Internasional yang bersumber dari Buku Bse Pendidikan Kewarganegaraan Kelas 6 SD. Selamat belajar dan semoga sukses!!!

Artikel Terkait

Peranan Indonesia dalam Percaturan Internasional
4/ 5
Oleh

Berlangganan

Suka dengan artikel di atas? Silakan berlangganan gratis via email