Jumat, 14 April 2017

Peran Indonesia dalam Lingkungan Asia Tenggara

Hubungan kerja sama selalu dibangun di kawasan Asia Tenggara. Indonesia memiliki peranan yang sangat besar dalam hubungan kerja sama tersebut. Peran Indonesia tersebut meliputi bidang ekonomi, politik, sosial, budaya, dan keamanan. Hal itu sesuai dengan politik luar negeri Indonesia yang bebas aktif.
Bebas artinya tidak memihak blok manapun. Sedangkan aktif mengandung makna selalu membantu upaya perdamaian dunia. Peran Indonesia di kawasan Asia Tenggara antara lain:

1. Mempelopori Berdirinya ASEAN
Peran Indonesia dalam Lingkungan Asia Tenggara

Berdirinya ASEAN diawali dari Deklarasi Bangkok tahun 1967 yang diprakarsai oleh lima negara. Pada saat itu Indonesia diwakili oleh Menteri Luar Negeri Adam Malik. Indonesia memandang perlu adanya jalinan kerja sama kawasan Asia Tenggara yang aman, damai dan netral. Gagasan-gagasan itulah yang ikut mendorong terbentuknya Persatuan Bangsa-bangsa Asia Tenggara (Perbara).

2. Perantara Perundingan Damai
Indonesia turut membantu proses perdamaian dalam kemelut di Kamboja yang sedang dilanda perang saudara. Dalam ekspansi Vietnam ke Kamboja yang nyaris ke perbatasan Muangthai, Indonesia diminta oleh ASEAN untuk menjadi penengah.

3. Memberikan Fasilitas terhadap Pengungsi
Beberapa negara di kawasan Asia Tenggara sedang terganggu stabilitas keamanannya. Hal itu menyebabkan terjadinya pengungsian besar-besaran ke negara tetangga. Indonesia menyediakan pulau Galang untuk persinggahan sementara.

4. Membentuk Komunitas Keamanan
Indonesia mempunyai gagasan perlu dibentuk Komunitas Keamanan ASEAN. Tujuannya untuk menanggulangi tindak kejahatan dan kekerasan. Tidak hanya dalam hal pertahanan militer saja, tetapi juga dalam hal-hal nonmiliter. Seperti teroris, separatisme, kejahatan lintas negara, dan perampokan. Hal itu untuk meningkatkan kerja sama bidang politik dan keamanan dalam arti yang lebih luas.

5. Gerakan Pembebasan Moro di Filipina
Indonesia membantu upaya perdamaian antara pemerintah Filipina dengan gerakan pembebasan Moro. Indonesia meminta kepada pemerintah Filipina agar hidup damai dengan umat muslim Moro. Pertemuan antara keduanya telah beberapa kali dilaksanakan pada tahun 1974. Kedamaian itu dapat diwujudkan dengan pemberian jaminan kebebasan dalam kehidupan beragama bagi muslim Moro.

6. Jakarta Informal Meeting
Pertemuan Ho Chi Minh City diadakan di Bogor 25 Juli 1988 dalam acara Jakarta Informal Meeting. Melalui forum ini Indonesia berupaya mendamaikan negara-negara yang sedang bertikai. Pertemuan ini membuka jalan untuk memasuki konferensi perdaimaian di Paris tahun 1989. Pada tahun 1992 Indonesia mengirimkan pasukan perdamaian ke Kamboja.

Demikian materi ajar PKn tentang Peran Indonesia dalam Lingkungan Asia Tenggarayang bersumber dari Buku Bse Pendidikan Kewarganegaraan Kelas 6 SD. Selamat belajar dan semoga sukses!!!

Artikel Terkait

Peran Indonesia dalam Lingkungan Asia Tenggara
4/ 5
Oleh

Berlangganan

Suka dengan artikel di atas? Silakan berlangganan gratis via email