Kamis, 13 April 2017

Organisasi Negara-negara Asia Tenggara (ASEAN)

1. Lahirnya ASEAN (Association of South East Asian Nations)
Kerja sama antarbangsa dalam satu kawasan perlu dijalin. Hal itu sangat membantu kelancaran demi kepentingan nasional dalam kawasan itu. Pada tanggal 8 Agustus 1967, lima negara di kawasan Asia Tenggara mengadakan pertemuan yang disebut konferensi. Kelima negara tersebut adalah Indonesia, Malaysia, Filipina, Singapura, dan Thailand. Pertemuan itu diadakan di Bangkok, Thailand.
Latar belakang diadakan pertemuan tersebut karena kelima Negara ini mempunyai nasib yang sama yaitu pernah dijajah. Konferensi tersebut memutuskan pembentukan organisasi negara-negara di kawasan Asia Tenggara yang disebut ASEAN (Association of South East Asian Nations). Istilah ini lebih populer daripada Perhimpunan Bangsa-bangsa Asia Tenggara (Perbara). Konferensi yang diselenggarakan di Bangkok itu sering disebut Persetujuan Bangkok atau Deklarasi Bangkok.

Deklarasi ini ditandatangani lima negara, yaitu:
a. Adam Malik, Menteri Luar Negeri Indonesia
b. Tun Abdul Razak, Menteri Luar Negeri Malaysia
c. S. Rajaratnam, Menteri Luar Negeri Singapura
d. Narsisco Ramos, Menteri Luar Negeri Filipina
e. Thanat Khoman, Menteri Luar Negeri Thailand


Deklarasi Bangkok
1. Mempercepat pertumbuhan ekonomi, kemajuan sosial, dan perkembangan kebudayaan di kawasan Asia Tenggara 
2. Meningkatkan perdamaian dan stabilitas regional 
3. Meningkatkan kerja sama dan saling membantu untuk kepentingan bersama dalam bidang ekonomi, sosial, teknik, ilmu pengetahuan, dan administrasi 
4. Memelihara kerja sama yang erat di tengah-tengah organisasi regional dan internasional yang ada 
5. Meningkatkan kerja sama untuk memajukan pendidikan, latihan, dan penelitian di kawasan Asia Tenggara.
Sejalan dengan perkembangan dan kemajuan negara-negara di Asia Tenggara, maka anggota ASEAN yang semula ada lima negara juga bertambah. Perkembangan anggota itu antara lain:
1) Tanggal 7 Januari 1984, Brunei Darussalam masuk menjadi anggota keenam.
2) Tanggal 28 Juli 1995, Vietnam resmi masuk sebagai anggota ketujuh.
3) Tanggal 23 Juli 1997, Laos dan Myanmar masuk sebagai anggota kedelapan dan sembilan.
4) Kamboja masuk sebagai anggota kesepuluh pada tanggal 16 Desember 1998.

2. Tujuan ASEAN
Tujuan ASEAN sesuai dengan Deklarasi Bangkok tanggal 8 Agustus 1967 adalah sebagai berikut:
a. Mempercepat pertumbuhan ekonomi dan kemajuan sosial budaya di Asia Tenggara.
b. Memajukan perdamaian dan stabilitas kawasan dengan tetap menghormati keadilan dan penegakan hukum.
c. Memajukan kerja sama saling membantu kepentingan bersama dalam bidang ilmu pengetahuan dan teknologi (IPTEK).
d. Memajukan kerja sama di bidang pertanian, industri, perdagangan, angkutan, dan komunikasi.
e. Memajukan penelitian bersama masalah-masalah Asia Tenggara.
f. Memelihara kerja sama dengan organisasi-organisasi internasional dan regional.
g. Meningkatkan stabilitas dalam bidang politik dan keamanan.

Banyak kemajuan yang dicapai oleh negara-negara Asia Tenggara melalui bentuk-bentuk kerja sama yang telah terjalin. Untuk mewujudkan tujuan ASEAN yang sesuai dengan Deklarasi Bangkok, disusunlah program dalam organisasi, di antaranya:
a. Pertemuan para kepala pemerintahan yang biasa disebut Konferensi Tingkat Tinggi (KTT).
b. Mengadakan agenda sidang tahunan untuk para menteri luar negeri.
c. Melaksanakan sidang menteri ekonomi yang dilaksanakan 2 kali setahun.
d. Sidang para menteri nonekonomi.

3. Sekretariat ASEAN
Guna menunjang kelancaran organisasi, maka pada tanggal 7 Juni 1976 dibentuk Sekretariat ASEAN. Sekretariat ASEAN dipimpin oleh Sekretaris Jenderal dengan masa jabatan dua tahun. Sekretaris Jenderal dipilih oleh menteri luar negeri negara-negara anggota ASEAN. Sekretariat ASEAN berkedudukan di Indonesia, tepatnya di jalan Sisingamangaraja, Jakarta. Sekretaris Jenderal mempunyai tugas menyiapkan segala administrasi serta mengerjakan tugas-tugas yang diberikan oleh organisasi ASEAN. Sedangkan kewajibannya adalah mengadakan koordinasi dengan badan-badan ASEAN.
Tokoh-tokoh yang pernah menduduki jabatan Sekretaris Jenderal ASEAN adalah:
1) H.R. Dharsono dari Indonesia menjabat tahun 1977 - 1978.
2) Umarjadi Nyotowijono dari Indonesia menjabat tahun 1978 - 1979.
3) Datuk Ali bin Abdullah dari Malaysia menjabat tahun 1979 - 1981.
4) Narcisco Reyes dari Filipina menjabat tahun 1981 - 1983.
5) Chan Kai Yau dari Singapura menjabat tahun 1983 - 1985.
6) Phan Wamamethe dari Thailand menjabat tahun 1985 - 1986.
7) Roderick Yong dari Brunei Darussalam menjabat tahun 1986 - 1989.
8) Rusli Noor dari Indonesia menjabat tahun 1989 - 1992.
9) Datuk Ajit Singh dari Malaysia menjabat tahun 1992 - 1998.
10) Rodolfo C. Severini Jr. dari Filipina menjabat tahun 1998 - 2002.
11) Ong Keng Yong dari Singapura menjabat tahun 2002 - 2007.
12) Surin Pitsuwan dari Thailand menjabat tahun 2008 - sekarang.

4. Lambang ASEAN
Organisasi Negara-negara Asia Tenggara (ASEAN)

Coba perhatikan lambang ASEAN di atas. Tahukah kamu arti dari lambang tersebut? Sesuai dengan perkembangan organisasi ASEAN, logo atau lambang ASEAN memiliki empat warna. Makna dari logo atau lambang ASEAN tersebut adalah sebagai berikut:
1) Ikatan sepuluh untai padi menggambarkan cita-cita pendiri ASEAN untuk bekerja sama antarnegara anggota dalam solidaritas.
2) Lingkaran menggambarkan persatuan ASEAN.
3) Warna biru pada lingkaran luar menggambarkan kedamaian dan kestabilan.
4) Warna merah pada dasar logo mengambarkan keberanian dan kedinamisan.
5) Warna putih pada lingkaran dalam menggambarkan kesucian.
6) Warna kuning dari untaian padi menggambarkan kemakmuran.

Demikian materi ajar PKn tentang Organisasi Negara-negara Asia Tenggara (ASEAN) yang bersumber dari Buku Bse Pendidikan Kewarganegaraan Kelas 6 SD. Selamat belajar dan semoga sukses!!!

Artikel Terkait

Organisasi Negara-negara Asia Tenggara (ASEAN)
4/ 5
Oleh

Berlangganan

Suka dengan artikel di atas? Silakan berlangganan gratis via email