Kamis, 13 April 2017

Meneladani Tokoh Perumus Pancasila

1. Tokoh Bangsa dalam Perumusan Pancasila
a. Prof. Muhammad Yamin, SH
Meneladani Tokoh Perumus Pancasila

Dilahirkan pada tanggal 28 Agustus 1903 di Talawi, Sawahlunto, Sumatera Barat. Setelah tamat AMS di Yogyakarta, melanjutkan sekolah kehakiman di Jakarta. Dan mendapat beasiswa dari Pemerintah Belanda. Karena sering mengkritik pemerintah, akhirnya beasiswa dicabut. Muhammad Yamin memiliki kegemaran membaca sehingga memiliki perpustakaan sendiri. Di kalangan mahasiswa Muh. Yamin tergolong pemuda yang cerdas dan bercita-cita tinggi. Kegiatan politiknya dimulai dengan masuk organisasi Jong Sumatranen Bond dan Indonesia Muda.
Muhammad Yamin mempunyai cita-cita mempersatukan bangsanya. Unsur pokok yang dapat menjadi dasar membina persatuan adalah kesatuan bangsa, kesatuan bahasa dan kesatuan wilayah. Pokok-pokok pikiran itu dilontarkan dalam Kongres Pemuda bulan Oktober 1928. Menjelang Proklamasi Kemerdekaan, Muh Yamin duduk dalam PPKI. Ia ikut menyumbangkan gagasan tentang dasar negara. Selain itu turut pula merumuskan UUD 1945. Setelah Republik Indonesia terbentuk, ia diangkat menjadi Komite Nasional Indonesia Pusat (KNIP).
Muhammad Yamin banyak menulis buku-buku sejarah dan hukum. Beliau meninggal di Jakarta pada tanggal 17 Oktober 1962. Waktu itu ia menjabat sebagai Menteri Penerangan. Ia dimakamkan di Talawi tempat kelahirannya. Berdasarkan Surat Keputusan Presiden Republik Indonesia No. 088/TK/Tahun 1973 tanggal 6 November 1973, Muh. Yamin ditetapkan sebagai Pahlawan Pergerakan Nasional.

b. Ir. Soekarno
Meneladani Tokoh Perumus Pancasila

Ir. Soekarno dilahirkan di kota Blitar, Jawa Timur pada tanggal 6 Juni 1901. Bung Karno juga mengusulkan rumusan dasar negara Indonesia, yang diberi nama Pancasila. Menjelang proklamasi kemerdekaan bulan Agustus 1945, Bung Karno dipilih sebagai ketua PPKI. Peristiwa Proklamasi Kemerdekaan yang dikumandangkan oleh Soekarno Hatta mempunyai peranan penting dalam sejarah Republik Indonesia.
Proklamasi yang dibacakan pada tanggal 17 Agustus 1945 itu merupakan puncak perjuangan bangsa Indonesia. Karena dengan Proklamasi itu bangsa Indonesia menjadi bangsa yang merdeka.
Ir. Soekarno mempunyai jasa yang besar bagi bangsa Indonesia. Pada tanggal 18 Agustus 1945, Ir. Soekarno terpilih menjadi Presiden RI pertama.
Ir. Soekarno wafat tanggal 21 Juni 1970, dan dimakamkan di Blitar, Jawa Timur. Beliau sangat berjasa bagi bangsa Indonesia. Berdasarkan Keputusan Presiden RI No. 081/TK/1986 tanggal 23 Oktober 1986, beliau ditetapkan sebagai Pahlawan Proklamator.

c. Drs. Mohammad Hatta
Meneladani Tokoh Perumus Pancasila

Tokoh ini dikenal juga dengan sebutan Bung Hatta. Beliau lahir di Bukit Tinggi, Sumatera Barat pada tanggal 12 Agustus 1902. Bung Hatta adalah tokoh yang anti terhadap penjajahan. Ia senantiasa memperjuangkan nasib bangsanya agar terlepas dari belenggu penjajah Belanda. Perannya begitu besar dalam menentang penjajah. Ia menjadi ketua Perhimpunan Indonesia di negeri Belanda tahun 1926.
Bung Hatta merupakan tokoh penting dalam sejarah kemerdekaan Indonesia. Bersama Bung Karno, pada tanggal 17 Agustus 1945, beliau memproklamasikan kemerdekaan Indonesia. Bung Hatta juga sangat berjasa ketika diadakan Konferensi Meja Bundar (KMB). KMB diadakan di Den Haag Belanda pada tahun 1949. Beliaulah yang memimpin delegasi Indonesia dalam konferensi tersebut. Atas usahanya bersama delegasi yang dipimpinnya, akhirnya Belanda mengakui kedaulatan Republik Indonesia.
Dalam karier politiknya Bung Hatta pernah menjabat sebagai Wakil Presiden Republik Indonesia. Beliau tutup usia pada tanggal 14 Maret 1980, dan dimakamkan di Jakarta.

d. Prof. Dr. R. Supomo
Meneladani Tokoh Perumus Pancasila

Supomo dilahirkan di Sukoharjo, Jawa Tengah tanggal 22 Januari 1903. Lulus Sekolah Hukum tahun 1923. Pada zaman pendudukan Jepang, Supomo duduk sebagai anggota Badan Penyelidik Usaha Persiapan Kemerdekaan Indonesia. Setelah BPUPKI dibubarkan dan dibentuk PPKI, Supomo duduk sebagai anggota.
Karena ahli dalam bidang ilmu tata negara, pemikirannya banyak bermanfaat dalam penyusunan Undang Undang Dasar 1945. Supomo pernah menduduki jabatan Menteri Kehakiman, Guru Besar Sekolah Hakim Tinggi, Guru Besar UGM. Juga Rektor UI, dan Duta Besar RI di London.
Supomo meninggal dunia pada tanggal 12 September 1958 di Jakarta. Dan dimakamkan di Solo Jawa Tengah. Berdasarkan SK Presiden RI No. 123 tahun 1965 tanggal 14 Mei 1965, dianugerahi Pahlawan Pembela Kemerdekaan.

2. Meneladani Sikap Para Tokoh dalam Kehidupan Sehari-hari
Selain tokoh di atas, masih banyak para tokoh bangsa yang telah berjuang dengan keras melalui gagasan dan pemikirannya untuk bangsa Indonesia.
Beberapa sikap para tokoh bangsa yang dapat kita teladani ialah:
a. Semangat nasionalisme
b. Cinta terhadap tanah air
c. Berjiwa besar
d. Memiliki semangat kerja keras
e. Menghormati hak-hak orang lain
f. Menghargai pendapat orang lain
g. Sifat kebersamaan dan gotong royong
h. Mendahulukan kepentingan umum

Semangat nasionalisme dapat kamu amalkan di sekolah. Misalnya, pada waktu upacara bendera. Yaitu dengan cara mengikutinya dengan khidmat dan sungguh-sungguh. Cinta terhadap tanah air dapat juga kamu lakukan dengan tindakan nyata. Misalnya hidup rukun, membeli dan menggunakan barang-barang buatan Indonesia, menjaga kebersihan dan keamanan lingkungan. Berjiwa besar dapat dilakukan, misalnya dalam belajar kelompok.
Ketika diberi saran dan pendapat oleh kawan-kawan, hendaknya diterima dengan senang, karena bertujuan melengkapi dan menyempurnakan. Kerja keras dapat kamu wujudkan dalam upaya mencapai cita-citamu sebagai pelajar. Jika diberikan tugas oleh guru, lakukan dengan baik dan jangan mudah putus asa.

Demikian materi ajar PKn tentang Meneladani Tokoh Perumus Pancasila yang bersumber dari Buku Bse Pendidikan Kewarganegaraan Kelas 6 SD. Selamat belajar dan semoga sukses!!!

Artikel Terkait

Meneladani Tokoh Perumus Pancasila
4/ 5
Oleh

Berlangganan

Suka dengan artikel di atas? Silakan berlangganan gratis via email