Blog Seorang Guru SD Untuk Berbagi Secara Online

Cara Mengubah Pecahan Biasa ke Desimal

Apakah kalian sudah tahu bagaimana cara mengubah pecahan biasa ke desimal? Pada pengetahuan sebelumnya, kami pernah menyajian pengertian pecahan biasa dan juga pecahan desimal yang masing-masing diberikan contohnya. Kali ini, kami akan berbagi pengetahuan tentang bagaimana cara mengubah pecahan biasa menjadi pecahan desimal.

Pada kesempatan ini, dalam mengubah pecahan biasa ke pecahan desimal. Cara yang akan digunakannya hanya dua cara saja, yakni cara pertama menggunakan bagi kurung dan cara kedua dengan merubah penyebutnya menjadi persepuluh, perseratus, atau perseribu.

Contoh soal :
Ubahlah pecahan-pecahan berikut ini ke pecahan desimal.
1. 2/5 = ….
2. 3/8 = ….

Pembahasan :
1. Pecahan desimal dari 2/5 adalah …
Cara 1, bagi kurung 
Cara Mengubah Pecahan Biasa ke Desimal

2 dibagi 5 (tidak bisa) sehingga pinjam 0 menjadi 20 (perhatikan tanda merah). Namun, di atasnya juga pada kolom hasil ditulis 0 (perhatikan tanda biru). Selanjutnya, 20 bagi 5 hasilnya adalah 4, dan 4 kali 5 hasilnya 20. Langkah berikutnya, 20 kurangi 20 = 0 (jika hasilnya sudah nol maka perhitungan selesai). Dengan begitu, telah ditemukan bahwa 2 : 5 = 0,4.
Penjelasan :

Cara 2, mengubah penyebutnya menjadi persepuluh
Pada pecahan 2/5, penyebutnya adalah 5. Ubah 5 menjadi persepuluh atau 10 dengan mengalikannya pada 2. Kemudian, dikali 2 juga diikuti oleh pembilangnya. Dalam ilustrasi sederhananya berikut ini.
2 x 2 = 4
5 x 2 = 10.
Sehingga, 2/5 = 4/10, dimana jika bilangan persepuluh artinya adalah 1 angka di belakang koma. Maka, 4/10 = 0,4.
Dengan begitu, dapat disimpulkan jika 2/5 = 4/10 = 0,4.

Kesimpulan :
Cara 1 yang menggunakan bagi kurung hasilnya sama dengan cara 2 yang mengubah penyebutnya menjadi persepuluh yakni 0,4.

2. Pecahan desimal dari 3/8 adalah …
Cara 1, bagi kurung
Cara Mengubah Pecahan Biasa ke Desimal

Jadi, pecahan desimal dari 3/8 adalah 0,375.
Cara 2, mengubah penyebutnya menjadi perseribu
3/8 = 375/1000 = 0,375
*8 menjadi 1000 dikali 125, maka 3 juga (pembilang) dikali 125.  Bilangan perseribu adalah tiga angka di belakang koma.
Jadi, 3/8 = 0,375.

Demikian penyajian Cara Mengubah Pecahan Biasa ke Desimal. Semoga bermanfaat!

Pengertian Pecahan Desimal dan Contohnya

Pecahan desimal adalah salah satu pecahan yang memiliki penyebut khusus, yakni sepuluh, seratus, seribu, dan seterusnya. Secara sederhana, kami mengartikan bahwa pecahan desimal adalah pecahan yang dipisahkan tanda koma pada bilangan atau angkanya. Contoh pecahan desimal adalah 1,5 yang dibaca satu koma lima; 0,4 dibaca nol koma empat.

Adapun contoh pecahan desimal lainnya adalah berikut ini.
  • 1,2 dibaca satu koma dua.
  • 3,5 dibaca tiga koma lima.
  • 4,25 dibaca empat koma dua lima.
  • 5,42 dibaca lima koma empat dua.
  • 15,9 dibaca lima belas koma Sembilan.


Berdasarkan pengetahuan yang dikutip dari Kompasiana, bahwa dalam pecahan desimal dikenal beberap konsep sebagai berikut.

  • Konsep persepuluhan

Pada penyebut persepuluhan, maka di belakang koma ada 1, angka tersebut merupakan angka pembilangnya.
Contoh :
3/10 = 0,3 dibaca nol koma tiga.
½ = 5/10 = 0,5 dibaca nol koma lima.

  • Konsep perseratusan

Pada penyebut perseratusan, maka di belakang koma ada 2 angka, dimana angka tersebut merupakan angka pembilangnya.
Contoh :
5/100 = 0,05 dibaca nol koma nol lima.
8/100 = 0,08 dibaca nol koma delapan.

  • Konsep perseribuan

Pada penyebut perseribuan, maka dibelakang koma ada 3 angka, dimana angka tersebut merupakan angka pembilangnya.
4/1000 = 0,004 dibaca nol koma nol nol empat.
125/1000 = 0,125 dibaca nol koma satu dua lima.

Selain itu, dalam laman Kompasiana juga disebutkan atau dijelaskan berkaitan dengan nilai tempat pada pecahan desimal.
Contoh :
256,739

Penjelasan nilai tempat 256,739 adalah sebagai berikut.
9 = Perseribuan
3 = Perseratusan
7 = Persepuluhan
6 = Satuan
5 = Puluhan
2 = Ratusan

Sumber pengetahuan :
https://www.kompasiana.com/mnawiharahap/memahami-pecahan-desimal_55b5278226b0bd9921f0f605

Demikian penyajian Pengertian Pecahan Desimal dan Contohnya. Selamat belajar dan semoga sukses!

Pengertian Pecahan Campuran dan Contohnya

Pecahan campuran adalah pecahan yang terdiri dari bilangan bulat, pembilang, dan penyebut. Contoh pecahan campuran adalah 3 ½ dibaca tiga satu perdua atau tiga setengah.
3, sebagai bilangan bulat.
1, sebagai pembilangan.
2, sebagai penyebut.
Baca juga : Pengertian Pecahan Biasa dan Contohnya

Adapun contoh pecahan campuran lainnya adalah sebagai berikut.
1 ¾ dibaca satu tiga perempat.
5 4/5 dibaca lima empat perlima.
3 2/7 dbaca tiga dua pertujuh.
2 25/75 dibaca dua dua puluh lima per tujuh puluh lima.
4 5/100 dibaca empat lima perseratus.

Nah, sekarang silahkan kalian coba tuliskan 5 contoh pecahan campuran di buku catatanmu.
1. ………
2. ………
3. ………
4. ………
5. ………

Demikian penyajian pengertian pecahan campuran dan contohnya. Selamat belajar dan semoga sukses!

Pengertian Pecahan Biasa dan Contohnya

Apakah kalian tahu pengertian pecahan biasa dan bisakah kalian menyebutkan contoh pecahan biasa tersebut? Pengertian pecahan biasa adalah suatu pecahan yang terdiri dari pembilang dan penyebut. Bilangan sebagai pembilang, posisinya berada di sebelah atas dan bilangan yang berperan sebagai penyebut, posisinya berada di sebelah atas.

Contoh pecahan biasa misalnya adalah ¾ .
3, posisinya di atas disebut sebagai pembilang.
4, posisinya di bawah disebut sebagai penyebut.
¾ dibaca tiga perempat.

Untuk contoh lainnya yang termasuk dalam pecahan biasa adalah sebagai berikut.
½ dibaca satu perdua, seperdua, atau seringkali dibaca setengah.
2/5 dibaca dua perlima.
3/7 dibaca tiga pertujuh.
15/28 dibaca lima belas per dua puluh delapan.
75/100 dibaca tujuh puluh lima perseratus.

Nah, sekarang silahkan kalian siapkan catatannya dan kemudian tuliskan 5 contoh pecahan biasa yang kamu ketahui.
1. ………
2. ………
3. ………
4. ………
5. ………

Demikian penyajian pengertian pecahan biasa dan contohnya. Selamat belajar dan semoga sukses!

Pengelolaan Uang, Materi IPS Kelas 3 SD

Materi IPS Kelas 3 SD Tentang Pengelolaan Uang : setiap hari, tentunya kalian pernah diberi uang oleh orang tua kalian. Bagaimana cara kalian mengelola uang tersebut? Apakah langsung digunakan untuk jajan semua atau kalian coba bagi lagi untuk semua kebutuhan kalian?
Anak yang pandai, biasanya apabila diberi uang oleh kedua orangtua nya makan akan melakukan pengelolaaan terhadap uang itu dengan baik. Misalnya, diberi uang Rp5.000,00 tiap hari, maka akan digunakan untuk membayar angkot ke sekolah dan pulang Rp1.500,00, untuk membeli jajanan Rp1.500,00, dan sisanya akan ditabung atau untuk membeli keperluan sekolah.
Pelajari juga : Sejarah Uang dan Manfaat Uang

Pengelolaan Uang, Materi IPS Kelas 3 SD

Pengelolaan Uang sesuai Kebutuhan
Uang memang sebagai kebutuhan yang utama. Untuk mempunyai uang, maka seseorang harus mencarinya dengan bekerja. Orang yang bekerja akan memperoleh upah atau gaji yang berupa uang yang nantinya dapat digunakan untuk memenuhi segala kebutuhan hidupnya sehari-hari.
Kebutuhan manusia sehari-hari banyak sekali. Kebutuhan pokok manusia terdiri dari makanan, pakaian, dan tempat tinggal. Setelah semua kebutuhan pokok terpenuhi, maka tentunya ingin memenuhi kebutuhan yang lain, misalnya saja adalah pendidikan, hiburan, dan sarana transportasi.
Agar kita tak salah dalam menggunakan dan mengelola uang, maka sebaiknya dalam membelanjakan uang kita membuat skala prioritas, yakni mendahulukan yang sangat penting menurut kemampuan dan kebutuhannya. Sebagai seorang pelajar, tentu kalian memiliki beberapa kebutuhan, ada yang segera dan juga ada yang bisa ditunda.

Manfaat Mengelola Uang sesuai Penggunaan
Uang yang kita peroleh dengan susah payah, hendaknya digunakan sesuai dengan kebutuhan. Uang yang kita miliki jangan dihabiskan secara sekaligus. Lebih baik, kita sisihkan sedikit untuk menabung supaya bisa digunakan untuk masa depan. Kita harus belajar hidup hemat.
Adapun manfaat mengelola uang dengan baik adalah berikut ini.
a. Dapat mengatur antar pemasukan dan juga pengeluaran.
b. Dapat membedakan kebutuhan yang penting dan juga kebutuhan tidak penting.
c. Hidup tidak boros dan juga dapat lebih hemat.
d. Terbiasa menyimpan uang.
e. Semua kebutuhan bisa terpenuhi.
f. Hidup menjadi lebih terarah dan juga terencana.

Demikian penyajian Materi IPS Kelas 3 SD Tentang Pengelolaan Uang, yang bersumber dari Buku Bse Depdiknas. Selamat belajar dan semoga sukses!

Jenis Uang ‘Giral dan Kartal’, Serta Nilai Uang Materi IPS Kelas 3 SD

Materi IPS Kelas 3 SD Tentang Jenis Uang ‘Giral dan Kartal’, Serta Nilai Uang : Uang yang telah disahkan oleh pemerintah Indonesia bisa digunakan dalam transaksi. Bukan hanya uang kertas dan juga logam yang biasa digunakan, melainkan ada jenis uang lainnya.
Pelajari juga : Manfaat Uang

Jenis Uang ‘Giral dan Kartal’, Serta Nilai Uang Materi IPS Kelas 3 SD

Jenis Uang
Pada umumnya, uang yang beredar dan diterima oleh masyarakat ada dua jenis, yaitu uang giral dan uang kartal.
a. Uang Giral
Uang giral merupakan uang yang berbentuk surat-surat berharga. Contoh surat berharga antara lain adalah cek, giro, wesel, deposito, polis, dan sertifikat saham. Uang giral ini banyak digunakan oleh perusahaan-perusahaan.
Pelajari juga : Sejarah Uang

b. Uang Kartal
Uang kartal adalah uang yang berbentuk kertas dan logam. Uang saku yang kalian bawa ke sekolah itu dinamakan sebagai uang kartal. Uang kartal biasa digunakan dalam kehidupan sehari-hari, seperti untuk membeli barang kebutuhan.
Uang logam biasanya mempunyai nilai yang kecil, misalnya Rp500,00, Rp1.000,00, Rp200,00, Rp100,00.
Uang kertas biasanya mempunyai nilai yang lebih besar, misalnya Rp1.000,00, Rp2.000,00, Rp5.000,00, Rp10.000,00, Rp20.000,00, Rp50.000,00, dan Rp100.000,00.

Nilai Uang
Nilai uang terdiri dari dua macam, yakni sebagai berikut.
a. Nilai barang, yaitu nilai bahan pembuat uang tersebut.
b. Nilai nominal, yaitu nilai yang tercantum pada uang tersebut. Apabila pada uang tersebut tercantum Rp10.000,00 maka nilai nominal uang tersebut adalah sepuluh ribu rupiah.
Nilai nominal uang logam terkecil saat ini adalah 100 rupiah, sedangkan nilai nominal terbesar adalah 1.000 rupiah. Nilai nominal uang kertas terkecil adalah 1.000 rupiah, sedangkan nilai nominal terbesar adalah 100.000 rupiah.

Seiring dengan perkembangan zaman, saat ini telah beredar jenis uang elektronik. Dan cara pembayaran pun sudah banyak yang mengunakan online atau dilakukan dengan cara online.

Demikian Materi IPS Kelas 3 SD Tentang Jenis Uang ‘Giral dan Kartal’, Serta Nilai Uang, yang bersumber dari Buku Bse Depdiknas. Selamat belajar dan semoga sukses!

Manfaat Uang, Materi IPS Kelas 3 SD

Materi IPS Kelas 3 SD Tentang Manfaat Uang : Pastinya, setiap orang membutuhkan uang. Setiap orang membutuhkan uang untuk memenuhi kebutuhan hidupnya yakni sebagai alat pembayaran yang utama.
Pelajari juga : Sejarah Uang

Manfaat Uang, Materi IPS Kelas 3 SD

Adapun beberapa manfaat dan kegunaan uang adalah sebagai berikut.
Sebagai Alat Tukar yang Resmi dan Sah
Uang adalah kebutuhan utama bagi manusia, namun kita tak boleh mendewa-dewakan uang. Memang, segala sesuatu yang kita butuhkan hampir semua diperoleh dengan menggunakan uang. Misalnya saja, untuk memperoleh berbagai jenis makanan kita memerlukan uang. Selain itu, untuk memperoleh berbagai alat rumah tangga juga kita harus memiliki uang.

Sebagai Alat Pembayaran
Untuk memperoleh uang, maka manusia akan bekerja. Setiap orang yang bekerja pasti akan mendapatkan hasil, yaitu berupa upah atau bayaran. Seorang buruh yang bekerja secara seharian akan mendapatkan upah atau bayaran berupa uang. Karyawan pabrik juga akan memperoleh
bayaran setiap bulan. Demikian pula dengan pegawai, baik pegawai negeri maupun juga pegawai swasta akan menerima pembayaran yang berupa uang. Berbagai keperluan memerlukan uang sebagai alat pembayaran, misalnya untuk membayar biaya  sekolah, membayar pajak kendaraan yang kita miliki, membayar listrik, membayar telepon, juga membayar lainnya sesuai dengan kebutuhan.

Sebagai Ciri atau Identitas Negara
Sejak ditemukannya uang, segala pembayaran dan keperluan pun telah menggunakan uang. Mata uang di setiap negara juga berbeda-beda. Setiap negara di dunia ini mempunyai mata uang sendiri-sendiri, sebagai contoh adalah untuk beberapa Negara berikut ini.
a. Indonesia mata uangnya rupiah.
b. Singapura mata uangnya dollar Singapura.
c. Malaysia mata uangnya ringgit.
d. India mata uangnya rupee.
e. Jepang mata uangnya yen.
f. Inggris mata uangnya pound sterling.
g. Arab Saudi mata uangnya real.

Demikian penyajian Materi IPS Kelas 3 SD Tentang Manfaat Uang, yang bersumber dari Buku Bse Depdiknas. Selamat belajar dan semoga sukses!

Mengenal Sejarah Uang, Materi IPS Kelas 3 SD

Materi IPS Kelas 3 SD Tentang Sejarah Uang : Kalian pastinya sangat tahu dengan namanya ‘uang’ kan? Namun, tahukah kalian bagaimana sejarah dari uang itu sendiri? Pada zaman dulu, dalam mencukupi kebutuhannya, manusia menghasilkan barang sendiri. Akan tetapi, sejalan  dengan meningkatnya kebutuhan hidup manusia pada zaman dulu, mereka tak mampu lagi memenuhi kebutuhannya sendiri.

Mengenal Sejarah Uang, Materi IPS Kelas 3 SD

Dengan begitu, agar bisa memenuhi kebutuhannya, maka setiap orang membutuhkan orang lain. Kebutuhan akan barang dan juga jasa yang tak bisa diproduksi sendiri, bisa diperoleh dari pihak lain dengan cara barter. Barter adalah sebuah proses tukar-menukar barang.

Alasan Meninggalkan Barter
Dalam perkembangannya, ternyata cara barter tersebut menemui beberapa kesulitan yang diantaranya berikut ini.
a. Sulit menemukan nilai barang yang akan ditukarkan.
b. Sulit menemukan orang yang cocok untuk diajak barter.
c. Sulit untuk menyimpan barang yang ditukarkan.
Kesulitan yang terdapat dalam barter ini akhirnya punj juga mendorong munculnya cara lain untuk melakukan tukar-menukar, yaitu pertukaran dengan uang barang. Uang barang bisa berupa kulit, emas, kerang, atau juga garam. Penggunaan uang barang ini pun ternyata juga terdapat banyak kesulitan. Kesulitan itu pun timbul karena pada umumnya barang yang dipakai sebagai
perantara mempunyai sifat-sifat sebagai berikut.
a.   Nilainya tidak stabil, karena untuk barang-barang tertentu seringkali mengalami perubahan nilai dalam waktu yang relatif singkat.
b. Sulit disimpan, orang mengalami kesulitan untuk menyimpan barang-barang tertentu atau juga mungkin karena untuk menyimpan membutuhkan biaya yang cukup besar.
c. Tidak tahan lama, beberapa barang yang digunakan sebagai uang barang ternyata ada yang mudah rusak, misalnya garam. Garam akan mencair jika disimpan terlalu lama.
d. Sulit untuk dipindahkan ke tempat lain, ada sebagian barang yang sulit dipindahkan karena ukurannya yang terlalu besar atau mungkin bobotnya yang terlalu berat. Hal itu pun menjadi kesulitan bagi seseorang yang hendak bepergian ke tempat yang cukup jauh.

Alasan Meninggalkan Uang Barang
Kesulitan-kesulitan yang diakibatkan oleh uang barang membuat manusia memilih menggunakan emas dan juga perak untuk dipakai sebagai perantara tukar-menukar. Adapun alasannya adalah sebagai berikut.
a. Diterima dan dipercaya oleh umum.
b. Mudah dibawa pergi atau dipindahkan.
c. Jumlahnya terbatas.
d. Tahan lama atau tidak mudah rusak.
e. Mudah disimpan.
f. Nilainya tetap untuk jangka waktu yang panjang.
Manusia pun kemudian membuat uang yeng terbuat dari bahan emas dan perak. Dalam perkembangan selanjutnya, uang logam yang beredar di masyarakat tak lagi terbuat dari emas dan perak. Melainkan terbuat dari perunggu dan aluminium. Hal itu karena nilai emas terlalu tinggi.  Selain uang logam, kita bisa menggunakan uang kertas yaitu uang yang yang terbuat dari kertas.
Alasan manusia mengapa harus memilih perunggu, aluminium, dan juga kertas sebagai bahan pembuat uang adalah karena ketiga benda tersebut harganya lebih murah jika dibandingkan dengan benda lainnya, terutama jika dibandingkan dengan emas dan perak.
Berdasarkan uraian  tahapan asal usul uang, dapat diambil kesimpulan bahwa yang dimaksud dengan uang adalah benda yang mempunyai syarat-syarat tertentu yang bisa digunakan atau diterima oleh masyarakat sebagai perantara dalam melakukan tukar-menukar barang maupun jasa jasa.

Demikian penyajian Materi IPS Kelas 3 SD Tentang Sejarah Uang, yang bersumber dari Buku Bse Depdiknas. Selamat belajar dan semoga sukses!

Kegiatan Jual Beli di Lingkungan Sekolah, Materi IPS Kelas 3 SD

Materi IPS Kelas 3 SD Tentang Kegiatan Jual Beli di Lingkungan Sekolah : Sebelumnya kalian sudah mempelajari Kegiatan Jual Beli di Lingkungan Rumah dan juga Kegiatan Jual Beli di Pasar. Kali ini, kami juga akan menyajikan Materi IPS di Kelas 3 SD Tentang Kegiatan Jual Beli di Lingkungan Sekolah.

Secara umum, kegiatan jual beli di lingkungan sekolah dalam bentuk koperasi sekolah dan juga kantin sekolah. Untuk penjelasannya, silahkan kalian simak berikut ini.

#1. Koperasi Sekolah
Pengertian Koperasi Sekolah
Koperasi sekolah adalah salah satu jenis koperasi yang anggotanya terdiri dari para siswa SD, SMP, SMA, madrasah, pesantren, ataupun sekolah yang setingkat di mana koperasi sekolah didirikan.

Dasar Pendirian Koperasi Sekolah
Koperasi sekolah didirikan berdasarkan Surat Keputusan Bersama Menteri Koperasi dan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor : 51/M/SKB/ III/1984 dan Nomor : 158/P/1984. Surat keputusan itu menunjukkan bahwa koperasi sekolah merupakan sebuah badan yang cukup penting untuk didirikan sebagai sarana siswa belajar dan bekerja.
Koperasi sekolah diusahakan dan juga diurus oleh para siswa, melalui bimbingan para guru. Dimana, modal koperasi diperoleh dari simpanan anggotanya dan bisa juga berasal dari pinjaman dari sekolah yang bersangkutan. Simpanan para anggota koperasi sekolah berupa simpanan pokok, simpanan wajib, dan simpanan sukarela.

Jenis Usaha Koperasi Sekolah
Karena koperasi sekolah adanya di lingkungan sekolah, maka koperasi tersebut tentunya membuat berbagai jenis usaha yang memiliki hubungannya dengan kegiatan di sekolah. Kegiatan utama di sekolah adalah proses belajar mengajar (PBM) atau Kegiatan Belajar Mengajar (KBM). Dengan begitu, koperasi sekolah meski menyediakan berbagai kebutuhan untuk memperlancar PBM atau KBM tersebut.
Usaha yang bisa dilakukan koperasi sekolah adalah sebagai berikut.
1) Usaha Jasa
Berbagai macam jasa bisa diselenggarakan oleh siswa melalui koperasi sekolah. Contoh usaha jasa adalah berikut ini.
a) Usaha Jasa Fotokopi
Usaha fotokopi adalah jenis usaha jasa yang cocok untuk dilakukan oleh koperasi sekolah. Pasalnya, para siswa maupun juga guru membutuhkannya.

b) Usaha Seragam Sekolah
Penjualan seragam sekolah seperti rok, celana, pakaian olahraga, dasi dan topi, kaos kaki, sabuk, hasduk, dan juga peralatan pramuka.

2) Usaha Pertokoan
Di toko ini disediakan berbagai kebutuhan, seperti alat tulismenulis, buku gambar, alat kebersihan, obat-obatan, dan seragam sekolah. Selain itu, disediakan juga alat-alat praktik menggambar, seperti kuas, cat air, dan palet.

#2. Kantin Sekolah
Kegiatan Jual Beli di Lingkungan Sekolah, Materi IPS Kelas 3 SD

Kantin sekolah adalah warung tempat menjual makanan dan juga minuman yang letaknya berada di lingkungan sekolah. Kantin sekolah ini dikelola oleh pihak sekolah, koperasi sekolah, ataupun oleh pihak lain yang bekerjasama atau sudah memperoleh izin dari pihak sekolah.
Pada waktu istirahat, biasanya para siswa banyak membeli makanan dan juga minuman yang terdapat di kantin sekolah. Kantin sekolah tidak menyediakan barang dagangan yang berupa perlengkapan sekolah. Kantin sekolah haruslah menyediakan makanan dan juga makan yang sehat untuk para siswa. Makanan yang nilai keberihan dan kesehatannya terjaga dengan baik.

Demikian Materi IPS Kelas 3 SD Tentang Kegiatan Jual Beli di Lingkungan Sekolah, yang bersumber dari Buku Bse Depdiknas. Selamat belajar dan semoga sukses!

Memahami Bilangan Positif dan Negatif Dalam Kehidupan Sehari-hari, Materi Matematika 4 SD

Dedetaufik.com - Materi Matematika 4 SD untuk Memahami Bilangan Positif dan Negatif Dalam Kehidupan Sehari-hari : Di dalam kehidupan sehari-hari, banyak sekali yang berkaitan dengan bilangan positif maupun juga dengan bilangan negatif. Sebagaimana yang kita ketahui bersama bahwa lambang bilangan positif adalah ‘+’ dan lambang bilangan negatif adalah ‘–‘.

Dalam kehidupan sehari-hari, tentunya kalian seringkali mendengan kata maju, naik, untung, dan sebagainya. Kata-kata seperti maju, naik, untung adalah kata-kata yang mengandung atau memiliki nilai positif.
Perhatikan contoh dalam kalimat di bawah ini dan penulisan bilangan positifnya!
1. Marina maju 5 langkah.
Maju 5 langkah, dapat ditulis dengan +5 atau juga 5.

2. Farhatun naik level 8 dalam permainan onlinenya.
Naik level 8, ditulis +8 atau juga 8.

3. Hari kemarin, Pak Juhadi untung Rp300.000.
untung Rp300.000, istulis +Rp300.000 atau juga Rp300.000.

Selain itu, kita juga seringkali mendengar kebalikan dari kata maju, naik, dan untung di dalam kehidupan sehari-hari. Maju kebalikannya mundur, naik kebalikannya turun, dan untung kebalikannya rugi. Kata mundur, turun, dan rugi adalah kata-kata yang mengandung atau bernilai negatif.
Perhatikan contoh dalam kalimat di bawah ini dan penulisan bilangan positifnya!
1. Sonia mundur 4 langkah.
Mundur 4 langkah, ditulis dengan -5.

2. Ketika di hotel, Andi turun 3 tangga.
Turun 3 tangga, ditulis -3.

3. Hari ini, penjualan Pak Samsudin rugi Rp150.000.
rugi Rp150.000, ditulis –Rp150.000.

Kesimpulannya :
Kata-kata yang mengandung atau memiliki nilai positif adalah maju, naik, untung, dan sebagainya. Sementara, kata-katang yang mengandung atau memiliki nilai negatif adalah mundur, turun, rugi, dan sebagainya.

Demikian penyajian Materi Matematika 4 SD untuk Memahami Bilangan Positif dan Negatif Dalam Kehidupan Sehari-hari. Selamat belajar dan semoga sukses!

Senjata Tradisional Jawa Barat Beserta Gambar Dan Keterangannya

Dedetaufik.com - Senjata Tradisional Jawa Barat : Setiap daerah memiliki ciri khasnya tersendiri, seperti halnya Alat Musik Tradisional di 34 Provinsi yang pernah dibahas pada artikel sebelumnya. Dan kali ini, kami akan menyajikan artikel tentang Senjata Tradisional Jawa Barat diesertai Gambar dan Keterangannya.

Senjata tradisional di Jawa Barat terdiri dari Kujang, bedog atau golok, Patik, Balincong, Sulimat, Arit, dan Congkrang.

1. Kujang
Senjata Tradisional Jawa Barat Beserta Gambar Dan Keterangannya

Kujang merupakan sebuah senjata tradisional yang berasal dari Jawa Barat. Kujang, mulai dibuat sekitar abad ke-8 atau ke-9, dimana kujang ini terbuat dari besi, baja, dan bahan pamor. Panjang kujang sekitar 20 sampai 25 cm, dengan beratnya sekitar 300 gram. Senjata kujang pada masa lalu seringkali digunakan untuk melindungi diri. Sehingga, senjata tradisional ini seringkali dipakai sebagai perlengkapan pakaian pada laki-laki atau kaum pria.

2. Bedog atau Golok
Senjata Tradisional Jawa Barat Beserta Gambar Dan Keterangannya

Bedog maupun juga dikenal dengan sebutan Golok merupakan senjata tradisional khas dari Jawa Barat yang bentuknya besar seperti pisau besar. Di daerah Jawa Barat, mungkin saja kebutuhan dan juga kegunaan dari golok atau juga bedok itu memiliki perbedaan. Sehingga, bentuknya beragam dan bervariasi untuk setiap daerahnya. Walaupun variasinya beragam, kita masih bisa melihat pada ciri-ciri secara umum, yakni panjangnya sekitar 30 cm hingga 40cm. Selain itu, ada juga yang ukurannya lebih dari 40 cm yang disebut kolewang atau juga gobang.

3. Patik
Senjata Tradisional Jawa Barat Beserta Gambar Dan Keterangannya

Patik atau juga kapak, digunakan untuk menebang dan juga membelah kayu. Pada masa lalu, patik digunakan oleh masyarakat untuk mencari kayu bakar, membuka hutan, atau juga kegiatan berat lainnya. Hingga saat ini ini, patik juga masih digunakan oleh masyarakat, khususnya masyarakat Sunda yang tinggal di pedesaan.

4. Balincong
Senjata Tradisional Jawa Barat Beserta Gambar Dan Keterangannya

Balincong adalah alat yang biasa dipergunakan untuk menggali tanah atau juga memecah batuan. Berbeda dengan patik, balincong ini mempunyai dua (2) sisi mata dengan arah ketajamannya saling berlawanan. Satu mata, searah dengan gagang dan satu lainnya, tegak lurus dengan gagang.

5. Sulimat
Senjata Tradisional Jawa Barat Beserta Gambar Dan Keterangannya

Sulimat adalah senjata tradisional yang berupa sebilah pisau runcing. Sulimat ini digunakan dengan cara mentancapkannya ke dalam tanah. Pada bagian mata yang runcing digunakan oleh para petani untuk mengupas kulit kelapa. Sehingga, pekerjaan untuk mengupas kelapa akan menjadi lebih cepat selesai dibandingkan dengan mengupas pakai golok. Dengan catatan, jumlah kelapanya biasanya banyak.

6. Arit
Senjata Tradisional Jawa Barat Beserta Gambar Dan Keterangannya

Arit adalah senjata tradisional yang bentuknya seperti bulan sabit. Para peternak biasanya menggunakan arit untuk memotong rumput sebagai makanan hewan ternaknya seperti kambing, sapi, kerbau, dan lainnya.

7. Congkrang
Senjata Tradisional Jawa Barat Beserta Gambar Dan Keterangannya

Congkrang adalah alat yang biasa digunakan untuk menyiangi rerumputan yang kecil di kebun. Bentuk dari congkrang ini hampir  menyerupai cangkul mini. Congkrang ini pada umumnya seringkali digunakan oleh para kaum ibu pada waktu membantu suaminya yang bekerja di kawasan pertanian atau juga untuk membersihkan halaman yang ada di sekitar rumah dari rerumputan.

Sumber pengetahuan :
https://alampedia.blogspot.co.id/2014/09/kujang-senjata-tradisional-unik-asal.html
http://adat-tradisional.blogspot.com/2017/03/senjata-tradisional-jawa-barat.html
https://hidupsimpel.com/senjata-tradisional-jawa-barat/
http://www.kamerabudaya.com/2017/05/inilah-7-senjata-tradisional-dari-jawa-barat.html

Demikian penyajian Senjata Tradisional Jawa Barat Beserta Gambar Dan Keterangannya. Semoga bermanfaat!