Blog Seorang Guru SD Untuk Berbagi Secara Online

Contoh Soal Perkalian Pecahan Desimal Matematika Kelas 5 SD

Sudahkah kalian mengerjakan Contoh Soal Perkalian Pecahan yang pernah disajikan sebelumnya? Jika belum, silahkan kalian terlebih dahulu. Namun, jika kalian sudah mengerjakannya sekarang kalian lanjut lagi pada pembelajaran Matematika berikutnya, yakni Contoh Soal Perkalian Pecahan Desimal.
Sebelumnya, silahkan kalian siapkan catatannya terlebih dahulu guna untuk mencatat atau mengerjakan soal-soal yang akan kami sajikan yakni Contoh Soal Perkalian Pecahan Desimal.

Adapun Contoh Soal Perkalian Pecahan Desimal Matematika Kelas 5 SD, yang bisa kalian kerjakan mandiri adalah berikut ini.

Latihan 1
Perkalian pecahan desimal dengan desimal.
1. Hasil dari 0,2 x 0,5 adalah ….
2. Hasil dari 0,6 x 0,7 adalah ….
3. Hasil dari 1,4 x 2,8 adalah ….
4. Hasil dari 3,5 x 4,1 adalah ….
5. Hasil dari 5,3 x 0,25 adalah ….

Latihan 2
Perkalian pecahan desimal dengan pecahan biasa atau sebaliknya.
1. Hasil dari 0,4 x ½ adalah ….
2. Hasil dari 1/5 x 1,2 adalah ….
3. Hasil dari 2,6 x 5/10 adalah ….
4. Hasil dari 2/3 x 0,6 adalah ….
5. Hasil dari 3/7 x 2,3 adalah ….

Latihan 3
Perkalian pecahan desimal dalam soal cerita
1. Setiap pagi, Firyal berlari 0,6 km. Berapa kilometer Firyal berlari dalam 7 hari?
Jawab : …………..

2. Setiap hari, Nabila jalan kaki ke sekolahnya dengan jarak 0,35 km. Jika dalam seminggu Nabila sekolah 6 hari, maka dalam 2 minggu Nabila jalan kaki sepanjang … kilometer.
Jawab : ……………

3. Sebuah pabrik beras memiliki 8 truk. Setiap truk bisa mengangkut 1,2 ton beras. Berapa ton beras yang bisa diangkut oleh 8 truk tersebut?
Jawab : ………………..

4. Ayah memiliki 5 ekor sapi. Setiap hari, ayah harus member makan sapi 4,5 karung rumput. Berapa karung yang dibutuhkan Ayah untuk memberi makan sapi dalam waktu 2 minggu?
Jawab : ………………

Demikian penyajian beberapa Contoh Soal Perkalian Pecahan Desimal Matematika Kelas 5 SD. Selamat mengerjakan dan semoga kalian sukses!

Cara Mengubah Pecahan Biasa ke Persen

Cara Mengubah Pecahan Biasa ke Bentuk Persen - Kamu tahu apa itu persen? Persen lambangnya adalah “%”. Persen atau perseratus, contoh misalnya 25% sama dengan 25/100. Lalu, apakah kalian sudah tahu bagaimana cara mengubah pecahan biasa menjadi persen? Jika belum, silahkan kalian simak penjelasan berikut ini.
Pelajari juga : Cara Mengubah Pecahan Biasa ke Pecahan Campuran

Contoh soal :
1. 2/5 = …%
Pembahasan :
Sebagaimana yang telah disebutkan di atas, bahwa persen disebut juga pecahan perseratus. Dengan begitu, kita ubah penyebutnya menjadi 100 dan pembilangnya mengikuti dengan dikali dengan bilangan yang sama dari penyebut tadi.
5 x 20 = 100
2 x 20 = 40
Jadi, 2/5 = 40/100 = 40%

2. 4/50 = … %
Pembahasan :
50 x 2 = 100
4 x 2 = 8
Jadi, 4/50 = 8/100 = 8%

3. 15/25 = … %
Pembahasan :
25 x 4 = 100
15 x 4 = 60
Jadi, 15/25 = 60/100 = 60%.

Nah, sekarang silahkan kalian kerjakan beberapa soal di bawah ini dengan benar!

Ubah ke dalam bentuk persen pecahan biasa berikut ini!
1. 28/50 = … %
Jawab : ………..

2. 23/25 = … %
Jawab : ………..

3. 80/200 = … %
Jawab : ………..

4. 50/500 = … %
Jawab : ………..

5. 150/20 = … %
Jawab : ………..

Demikian penyajian Cara Mengubah Pecahan Biasa ke Persen. Selamat belajar dan semoga sukses!

Cara Mengubah Pecahan Biasa ke Pecahan Campuran

Mengubah Pecahan Biasa ke Pecahan Campuran - Apakah kalian masih ingat pengertian pecahan biasa dan pecahan campuran yang pernah kami sajikan di artikel sebelumnya? Sebagai lanjutan bahan pembelajaran, kali ini kami akan menyajikan pengetahuan bagaimana Cara Mengubah Pecahan Biasa ke Pecahan Campuran. Namun, ada hal yang perlu diingat agar pecahan biasa dapat dubah menjadi pecahan campuran, yakni : Pembilangnya harus lebih besar daripada penyebut, jika pembilangnya lebih kecil maka pecahan biasa tersebut tidak bisa diubah menjadi pecahan campuran.
Contoh : 5/3 bisa diubah menjadi pecahan campuran sementara 3/5 tidak bisa diubah.

Lalu, bagaimana cara mengubah pecahan biasa ke pecahan campuran? Silahkan kalian perhatikan penjelasan berikut ini!

Contoh soal :
Ubahlah pecahan-pecahan biasa berikut ke pecaham campuran!
1. 8/5 = …
2. 35/9 = …

Pembahasan :
1. 8/5  =  …
Langkah pertama, untuk menentukan bilangan bulatnya dengan cara membagi pembilang dan penyebut. 8 : 5 yang mendekati adalah 1.
Langkah kedua, tulis penyebutnya yaitu 5.
Langkah ketiga, kalikan 1 (hasil langkah pertama) dengan penyebunya yakni 5. 1 x 5 = 5, selanjutnya 5 menjadi 8 kurang berapa? 8 – 5 = 3.
Jadi, pecahan campuran dari 8/5 = 1 3/5

2. 35/9  =  …
35 : 9, yang mendekati 3. Kemudian, 3 x 9 = 27. Untuk menjadi 35, maka 27 ditambah 8. Pembilangnya sama yakni 9.
Jadi, 35/9 = 3 8/9.

Bagaimana mudah bukan?
Nah, untuk selanjtnya sekarang kalian kerjakan beberapa soal di bawah ini dengan benar!
1. Pecahan campuran dari 12/5 = …
Jawab : …………..

2. Pecahan campuran dari 21/6 = …
Jawab : …………..

3. Pecahan campuran dari 9/7 = …
Jawab : …………..

4. Pecahan campuran dari 75/24 = …
Jawab : …………..

5. Pecahan campuran dari 19/15 = …
Jawab : …………..

Demikian penyajian pengetahuan tentang bagaimana cara Mengubah Pecahan Biasa ke Pecahan Campuran. Selamat belajar dan semoga sukses!

Contoh Soal Matematika Kelas 5 SD – Perkalian Pecahan dan Pembahasannya

Dedetaufik.com - Contoh Soal Perkalian Pecahan Matematika Kelas 5 SD dan Pembahasannya : Assalamualaikum,,, selamat belajar kami ucapkan kepada adik-adik kelas 5 SD. Kalian harus selalu semangat, demi meraih cita-cita kalian. Sahabat pembelajar yang berbahagia, kali ini kami akan menyajikan Contoh Soal Matematika Kelas 5 SD Tentang Perkalian Pecahan dan Pembahasannya.

Contoh Soal :
1.Hasil dari 2 2/5 x 3/5 adalah …
Pembahasan :
Terlebih dahulu, kita harus mengubah pecahan campurannya menjadi pecahan biasa yakni, 2 2/5 berubah menjadi 12/5. Sehingga, kalimat matematikanya menjadi :
12/5 x 3/5 = …
Selanjutnya, kalikan pembilang dengan pembilang dan kalikan penyebut dengan penyebutnya.
12 x 3 = 36
5 x 5 = 25
Hasilnya, 36/25
36/25 ubah menjadi pecahan campuran yakni, 1 11/25
Jadi, 2 2/5 x 3/5 = 1 11/25 (satu sebelas per dua puluh lima).

2. Hasil dari 2 x 1/6 adalah …
Pembahasan :
2 merupakan bilangan bulat, diubah ke pecahan biasa menjadi 2/1.
2/1 x 1/6 = …
2 x 1 = 2
1 x 6 = 6
Hasilnya, 2/6.
2/6 disederhanakan sehingga menjadi 1/3 (pembilang dan penyebut dibagi 2).
Jadi, 2 x 1/6 = 1/3.

Gimana mudah bukan adik-adik? Apakah kalian sudah bisa mengerjakan soal yang berhubungan dengan pecahan secara mandiri?
Agar kalian bisa lebih memahami perkalian pecahan tersebut, sekarang kalian kerjakan beberapa soal di bawah ini!

Kerjakan dengan benar!
1. Hasil dari 3 ¼ x 1 ½ adalah …
Jawab : ………………

2. Hasil dari 2 3/5 x 2/3 adalah …
Jawab : ………………

3. Hasil dari 5 x 2/9 adalah …
Jawab : ………………

4. Hasil dari 10 x 20/25 adalah …
Jawab : ………………

5. Hasil dari 25/100 x ½ adalah …
Jawab : ………………

Demikian penyajian beberapa Contoh Soal Matematika Kelas 5 SD Perkalian Pecahan dan Pembahasannya. Selamat belajar dan semoga adik-adik bisa meraih cita-cita kalian!

Cara Mengubah Pecahan Biasa ke Desimal

Apakah kalian sudah tahu bagaimana cara mengubah pecahan biasa ke desimal? Pada pengetahuan sebelumnya, kami pernah menyajian pengertian pecahan biasa dan juga pecahan desimal yang masing-masing diberikan contohnya. Kali ini, kami akan berbagi pengetahuan tentang bagaimana cara mengubah pecahan biasa menjadi pecahan desimal.

Pada kesempatan ini, dalam mengubah pecahan biasa ke pecahan desimal. Cara yang akan digunakannya hanya dua cara saja, yakni cara pertama menggunakan bagi kurung dan cara kedua dengan merubah penyebutnya menjadi persepuluh, perseratus, atau perseribu.

Contoh soal :
Ubahlah pecahan-pecahan berikut ini ke pecahan desimal.
1. 2/5 = ….
2. 3/8 = ….

Pembahasan :
1. Pecahan desimal dari 2/5 adalah …
Cara 1, bagi kurung 
Cara Mengubah Pecahan Biasa ke Desimal

2 dibagi 5 (tidak bisa) sehingga pinjam 0 menjadi 20 (perhatikan tanda merah). Namun, di atasnya juga pada kolom hasil ditulis 0 (perhatikan tanda biru). Selanjutnya, 20 bagi 5 hasilnya adalah 4, dan 4 kali 5 hasilnya 20. Langkah berikutnya, 20 kurangi 20 = 0 (jika hasilnya sudah nol maka perhitungan selesai). Dengan begitu, telah ditemukan bahwa 2 : 5 = 0,4.
Penjelasan :

Cara 2, mengubah penyebutnya menjadi persepuluh
Pada pecahan 2/5, penyebutnya adalah 5. Ubah 5 menjadi persepuluh atau 10 dengan mengalikannya pada 2. Kemudian, dikali 2 juga diikuti oleh pembilangnya. Dalam ilustrasi sederhananya berikut ini.
2 x 2 = 4
5 x 2 = 10.
Sehingga, 2/5 = 4/10, dimana jika bilangan persepuluh artinya adalah 1 angka di belakang koma. Maka, 4/10 = 0,4.
Dengan begitu, dapat disimpulkan jika 2/5 = 4/10 = 0,4.

Kesimpulan :
Cara 1 yang menggunakan bagi kurung hasilnya sama dengan cara 2 yang mengubah penyebutnya menjadi persepuluh yakni 0,4.

2. Pecahan desimal dari 3/8 adalah …
Cara 1, bagi kurung
Cara Mengubah Pecahan Biasa ke Desimal

Jadi, pecahan desimal dari 3/8 adalah 0,375.
Cara 2, mengubah penyebutnya menjadi perseribu
3/8 = 375/1000 = 0,375
*8 menjadi 1000 dikali 125, maka 3 juga (pembilang) dikali 125.  Bilangan perseribu adalah tiga angka di belakang koma.
Jadi, 3/8 = 0,375.

Demikian penyajian Cara Mengubah Pecahan Biasa ke Desimal. Semoga bermanfaat!

Pengertian Pecahan Desimal dan Contohnya

Pecahan desimal adalah salah satu pecahan yang memiliki penyebut khusus, yakni sepuluh, seratus, seribu, dan seterusnya. Secara sederhana, kami mengartikan bahwa pecahan desimal adalah pecahan yang dipisahkan tanda koma pada bilangan atau angkanya. Contoh pecahan desimal adalah 1,5 yang dibaca satu koma lima; 0,4 dibaca nol koma empat.

Adapun contoh pecahan desimal lainnya adalah berikut ini.
  • 1,2 dibaca satu koma dua.
  • 3,5 dibaca tiga koma lima.
  • 4,25 dibaca empat koma dua lima.
  • 5,42 dibaca lima koma empat dua.
  • 15,9 dibaca lima belas koma Sembilan.


Berdasarkan pengetahuan yang dikutip dari Kompasiana, bahwa dalam pecahan desimal dikenal beberap konsep sebagai berikut.

  • Konsep persepuluhan

Pada penyebut persepuluhan, maka di belakang koma ada 1, angka tersebut merupakan angka pembilangnya.
Contoh :
3/10 = 0,3 dibaca nol koma tiga.
½ = 5/10 = 0,5 dibaca nol koma lima.

  • Konsep perseratusan

Pada penyebut perseratusan, maka di belakang koma ada 2 angka, dimana angka tersebut merupakan angka pembilangnya.
Contoh :
5/100 = 0,05 dibaca nol koma nol lima.
8/100 = 0,08 dibaca nol koma delapan.

  • Konsep perseribuan

Pada penyebut perseribuan, maka dibelakang koma ada 3 angka, dimana angka tersebut merupakan angka pembilangnya.
4/1000 = 0,004 dibaca nol koma nol nol empat.
125/1000 = 0,125 dibaca nol koma satu dua lima.

Selain itu, dalam laman Kompasiana juga disebutkan atau dijelaskan berkaitan dengan nilai tempat pada pecahan desimal.
Contoh :
256,739

Penjelasan nilai tempat 256,739 adalah sebagai berikut.
9 = Perseribuan
3 = Perseratusan
7 = Persepuluhan
6 = Satuan
5 = Puluhan
2 = Ratusan

Sumber pengetahuan :
https://www.kompasiana.com/mnawiharahap/memahami-pecahan-desimal_55b5278226b0bd9921f0f605

Demikian penyajian Pengertian Pecahan Desimal dan Contohnya. Selamat belajar dan semoga sukses!

Pengertian Pecahan Campuran dan Contohnya

Pecahan campuran adalah pecahan yang terdiri dari bilangan bulat, pembilang, dan penyebut. Contoh pecahan campuran adalah 3 ½ dibaca tiga satu perdua atau tiga setengah.
3, sebagai bilangan bulat.
1, sebagai pembilangan.
2, sebagai penyebut.
Baca juga : Pengertian Pecahan Biasa dan Contohnya

Adapun contoh pecahan campuran lainnya adalah sebagai berikut.
1 ¾ dibaca satu tiga perempat.
5 4/5 dibaca lima empat perlima.
3 2/7 dbaca tiga dua pertujuh.
2 25/75 dibaca dua dua puluh lima per tujuh puluh lima.
4 5/100 dibaca empat lima perseratus.

Nah, sekarang silahkan kalian coba tuliskan 5 contoh pecahan campuran di buku catatanmu.
1. ………
2. ………
3. ………
4. ………
5. ………

Demikian penyajian pengertian pecahan campuran dan contohnya. Selamat belajar dan semoga sukses!

Pengertian Pecahan Biasa dan Contohnya

Apakah kalian tahu pengertian pecahan biasa dan bisakah kalian menyebutkan contoh pecahan biasa tersebut? Pengertian pecahan biasa adalah suatu pecahan yang terdiri dari pembilang dan penyebut. Bilangan sebagai pembilang, posisinya berada di sebelah atas dan bilangan yang berperan sebagai penyebut, posisinya berada di sebelah atas.

Contoh pecahan biasa misalnya adalah ¾ .
3, posisinya di atas disebut sebagai pembilang.
4, posisinya di bawah disebut sebagai penyebut.
¾ dibaca tiga perempat.

Untuk contoh lainnya yang termasuk dalam pecahan biasa adalah sebagai berikut.
½ dibaca satu perdua, seperdua, atau seringkali dibaca setengah.
2/5 dibaca dua perlima.
3/7 dibaca tiga pertujuh.
15/28 dibaca lima belas per dua puluh delapan.
75/100 dibaca tujuh puluh lima perseratus.

Nah, sekarang silahkan kalian siapkan catatannya dan kemudian tuliskan 5 contoh pecahan biasa yang kamu ketahui.
1. ………
2. ………
3. ………
4. ………
5. ………

Demikian penyajian pengertian pecahan biasa dan contohnya. Selamat belajar dan semoga sukses!

Pengelolaan Uang, Materi IPS Kelas 3 SD

Materi IPS Kelas 3 SD Tentang Pengelolaan Uang : setiap hari, tentunya kalian pernah diberi uang oleh orang tua kalian. Bagaimana cara kalian mengelola uang tersebut? Apakah langsung digunakan untuk jajan semua atau kalian coba bagi lagi untuk semua kebutuhan kalian?
Anak yang pandai, biasanya apabila diberi uang oleh kedua orangtua nya makan akan melakukan pengelolaaan terhadap uang itu dengan baik. Misalnya, diberi uang Rp5.000,00 tiap hari, maka akan digunakan untuk membayar angkot ke sekolah dan pulang Rp1.500,00, untuk membeli jajanan Rp1.500,00, dan sisanya akan ditabung atau untuk membeli keperluan sekolah.
Pelajari juga : Sejarah Uang dan Manfaat Uang

Pengelolaan Uang, Materi IPS Kelas 3 SD

Pengelolaan Uang sesuai Kebutuhan
Uang memang sebagai kebutuhan yang utama. Untuk mempunyai uang, maka seseorang harus mencarinya dengan bekerja. Orang yang bekerja akan memperoleh upah atau gaji yang berupa uang yang nantinya dapat digunakan untuk memenuhi segala kebutuhan hidupnya sehari-hari.
Kebutuhan manusia sehari-hari banyak sekali. Kebutuhan pokok manusia terdiri dari makanan, pakaian, dan tempat tinggal. Setelah semua kebutuhan pokok terpenuhi, maka tentunya ingin memenuhi kebutuhan yang lain, misalnya saja adalah pendidikan, hiburan, dan sarana transportasi.
Agar kita tak salah dalam menggunakan dan mengelola uang, maka sebaiknya dalam membelanjakan uang kita membuat skala prioritas, yakni mendahulukan yang sangat penting menurut kemampuan dan kebutuhannya. Sebagai seorang pelajar, tentu kalian memiliki beberapa kebutuhan, ada yang segera dan juga ada yang bisa ditunda.

Manfaat Mengelola Uang sesuai Penggunaan
Uang yang kita peroleh dengan susah payah, hendaknya digunakan sesuai dengan kebutuhan. Uang yang kita miliki jangan dihabiskan secara sekaligus. Lebih baik, kita sisihkan sedikit untuk menabung supaya bisa digunakan untuk masa depan. Kita harus belajar hidup hemat.
Adapun manfaat mengelola uang dengan baik adalah berikut ini.
a. Dapat mengatur antar pemasukan dan juga pengeluaran.
b. Dapat membedakan kebutuhan yang penting dan juga kebutuhan tidak penting.
c. Hidup tidak boros dan juga dapat lebih hemat.
d. Terbiasa menyimpan uang.
e. Semua kebutuhan bisa terpenuhi.
f. Hidup menjadi lebih terarah dan juga terencana.

Demikian penyajian Materi IPS Kelas 3 SD Tentang Pengelolaan Uang, yang bersumber dari Buku Bse Depdiknas. Selamat belajar dan semoga sukses!

Jenis Uang ‘Giral dan Kartal’, Serta Nilai Uang Materi IPS Kelas 3 SD

Materi IPS Kelas 3 SD Tentang Jenis Uang ‘Giral dan Kartal’, Serta Nilai Uang : Uang yang telah disahkan oleh pemerintah Indonesia bisa digunakan dalam transaksi. Bukan hanya uang kertas dan juga logam yang biasa digunakan, melainkan ada jenis uang lainnya.
Pelajari juga : Manfaat Uang

Jenis Uang ‘Giral dan Kartal’, Serta Nilai Uang Materi IPS Kelas 3 SD

Jenis Uang
Pada umumnya, uang yang beredar dan diterima oleh masyarakat ada dua jenis, yaitu uang giral dan uang kartal.
a. Uang Giral
Uang giral merupakan uang yang berbentuk surat-surat berharga. Contoh surat berharga antara lain adalah cek, giro, wesel, deposito, polis, dan sertifikat saham. Uang giral ini banyak digunakan oleh perusahaan-perusahaan.
Pelajari juga : Sejarah Uang

b. Uang Kartal
Uang kartal adalah uang yang berbentuk kertas dan logam. Uang saku yang kalian bawa ke sekolah itu dinamakan sebagai uang kartal. Uang kartal biasa digunakan dalam kehidupan sehari-hari, seperti untuk membeli barang kebutuhan.
Uang logam biasanya mempunyai nilai yang kecil, misalnya Rp500,00, Rp1.000,00, Rp200,00, Rp100,00.
Uang kertas biasanya mempunyai nilai yang lebih besar, misalnya Rp1.000,00, Rp2.000,00, Rp5.000,00, Rp10.000,00, Rp20.000,00, Rp50.000,00, dan Rp100.000,00.

Nilai Uang
Nilai uang terdiri dari dua macam, yakni sebagai berikut.
a. Nilai barang, yaitu nilai bahan pembuat uang tersebut.
b. Nilai nominal, yaitu nilai yang tercantum pada uang tersebut. Apabila pada uang tersebut tercantum Rp10.000,00 maka nilai nominal uang tersebut adalah sepuluh ribu rupiah.
Nilai nominal uang logam terkecil saat ini adalah 100 rupiah, sedangkan nilai nominal terbesar adalah 1.000 rupiah. Nilai nominal uang kertas terkecil adalah 1.000 rupiah, sedangkan nilai nominal terbesar adalah 100.000 rupiah.

Seiring dengan perkembangan zaman, saat ini telah beredar jenis uang elektronik. Dan cara pembayaran pun sudah banyak yang mengunakan online atau dilakukan dengan cara online.

Demikian Materi IPS Kelas 3 SD Tentang Jenis Uang ‘Giral dan Kartal’, Serta Nilai Uang, yang bersumber dari Buku Bse Depdiknas. Selamat belajar dan semoga sukses!

Manfaat Uang, Materi IPS Kelas 3 SD

Materi IPS Kelas 3 SD Tentang Manfaat Uang : Pastinya, setiap orang membutuhkan uang. Setiap orang membutuhkan uang untuk memenuhi kebutuhan hidupnya yakni sebagai alat pembayaran yang utama.
Pelajari juga : Sejarah Uang

Manfaat Uang, Materi IPS Kelas 3 SD

Adapun beberapa manfaat dan kegunaan uang adalah sebagai berikut.
Sebagai Alat Tukar yang Resmi dan Sah
Uang adalah kebutuhan utama bagi manusia, namun kita tak boleh mendewa-dewakan uang. Memang, segala sesuatu yang kita butuhkan hampir semua diperoleh dengan menggunakan uang. Misalnya saja, untuk memperoleh berbagai jenis makanan kita memerlukan uang. Selain itu, untuk memperoleh berbagai alat rumah tangga juga kita harus memiliki uang.

Sebagai Alat Pembayaran
Untuk memperoleh uang, maka manusia akan bekerja. Setiap orang yang bekerja pasti akan mendapatkan hasil, yaitu berupa upah atau bayaran. Seorang buruh yang bekerja secara seharian akan mendapatkan upah atau bayaran berupa uang. Karyawan pabrik juga akan memperoleh
bayaran setiap bulan. Demikian pula dengan pegawai, baik pegawai negeri maupun juga pegawai swasta akan menerima pembayaran yang berupa uang. Berbagai keperluan memerlukan uang sebagai alat pembayaran, misalnya untuk membayar biaya  sekolah, membayar pajak kendaraan yang kita miliki, membayar listrik, membayar telepon, juga membayar lainnya sesuai dengan kebutuhan.

Sebagai Ciri atau Identitas Negara
Sejak ditemukannya uang, segala pembayaran dan keperluan pun telah menggunakan uang. Mata uang di setiap negara juga berbeda-beda. Setiap negara di dunia ini mempunyai mata uang sendiri-sendiri, sebagai contoh adalah untuk beberapa Negara berikut ini.
a. Indonesia mata uangnya rupiah.
b. Singapura mata uangnya dollar Singapura.
c. Malaysia mata uangnya ringgit.
d. India mata uangnya rupee.
e. Jepang mata uangnya yen.
f. Inggris mata uangnya pound sterling.
g. Arab Saudi mata uangnya real.

Demikian penyajian Materi IPS Kelas 3 SD Tentang Manfaat Uang, yang bersumber dari Buku Bse Depdiknas. Selamat belajar dan semoga sukses!